Dampak Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

 

**Lhokseumawe** – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Lhokseumawe, **Salahuddin, S.ST., MSM**, menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi **Pencegahan Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Remaja** yang diselenggarakan oleh **CIMSA (Center for Indonesian Medical Students' Activities) Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara**. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah pernikahan pada usia anak. 

Dalam pemaparannya, Salahuddin menegaskan bahwa pernikahan dini memiliki dampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak, pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, serta kualitas generasi mendatang. Ia mengajak para remaja untuk berani merencanakan masa depan melalui pendidikan, meningkatkan keterampilan, dan menghindari perilaku berisiko yang dapat memicu pernikahan usia dini.

"Kesehatan reproduksi harus dipahami sejak remaja agar mereka mampu mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pencegahan pernikahan dini merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, pemerintah, maupun masyarakat," ujar Salahuddin.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut diikuti oleh mahasiswa dan remaja dengan sesi diskusi serta tanya jawab. Melalui kolaborasi antara DP3AP2KB Kota Lhokseumawe dan CIMSA Fakultas Kedokteran Unimal, diharapkan lahir generasi muda yang sehat, berdaya saing, serta mampu menjadi pelopor dalam mencegah pernikahan dini dan mewujudkan keluarga yang berkualitas. shd...