DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting melalui Dukungan Nutrisi bagi Keluarga Berisiko Stunting

(Lhokseumawe, 1 September 2026) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Lhokseumawe terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pemberian paket nutrisi kepada anak dari Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, yang mendapat dukungan dari PT. Yakult Indonesia Persada sebagai mitra dalam upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.Sebanyak 6 orang anak Keluarga Berisiko Stunting (KRS) Gampong Alue Lim menerima paket nutrisi dengan nilai Rp540.000 per paket untuk pemenuhan kebutuhan selama tiga bulan. Total dukungan yang diberikan mencapai Rp3.240.000.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabid KB KS Muhammad Ridwan, S.Sos, mewakili Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, bersama perwakilan PT. Yakult Indonesia Persada, PLKB Kecamatan Blang Mangat, Geuchik Gampong Alue Lim, serta keluarga penerima paket nutrisi.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kota Lhokseumawe menunjukkan peran aktif dalam membangun sinergi lintas sektor sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Pendampingan dan perhatian terhadap keluarga berisiko menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan anak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan sejak dini.

Muhammad Ridwan, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada PT. Yakult yang telah ikut mengambil bagian dalam mendukung program pencegahan stunting di Kota Lhokseumawe. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sebagai orang tua asuh Keluarga Berisiko Stunting merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap masa depan generasi. “Kami mengapresiasi dukungan PT. Yakult dalam membantu pemenuhan nutrisi bagi anak-anak Keluarga Berisiko Stunting. Kami berharap ke depan semakin banyak pihak yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi Keluarga Berisiko Stunting di wilayah Kota Lhokseumawe,” ujar Muhammad Ridwan.

Ia menambahkan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, pemerintah gampong, tenaga pendamping, kader, serta masyarakat. Karena itu, DP3AP2KB Kota Lhokseumawe terus mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih luas agar intervensi terhadap keluarga berisiko dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Keberadaan PLKB Kecamatan Blang Mangat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program di tingkat lapangan, khususnya dalam pendampingan keluarga dan penguatan koordinasi dengan pemerintah gampong serta pihak terkait.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, DP3AP2KB Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus hadir dalam upaya pencegahan stunting, membangun kepedulian bersama, serta memastikan keluarga berisiko mendapatkan pendampingan dan dukungan yang tepat demi terwujudnya generasi Kota Lhokseumawe yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.