By. Novaldie
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Kota Lhokseumawe melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak melaksanakan kegiatan "Pertemuan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Dalam Rangka Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak".
Kegiatan yang mengusung tema "Gerak Bersama Lintas Sektor, Cegah Perkawinan Dini, Stop Kenakalan Remaja dan Bangun Masa Depan" ini dilaksanakan pada Jumat, 04 September 2026 bertempat di Aula Kantor Camat Banda Sakti.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Bapak Salahuddin, S.ST., M.S.M. Hadir sebagai narasumber yaitu Bapak Dr. Tgk. M. Rizwan H. Ali MA selaku Tokoh Agama Kota Lhokseumawe.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar unsur Forkopincam Kecamatan Banda Sakti dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk membangun jejaring rujukan serta mekanisme pelaporan kasus yang cepat, tepat dan terpadu mulai dari tingkat Gampong hingga ke UPTD PPA Kota Lhokseumawe.
Dengan adanya "Gerak Bersama" ini, diharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam mencegah Perkawinan Dini, menghentikan Kenakalan Remaja, dan bersama-sama membangun masa depan generasi muda Kota Lhokseumawe yang lebih baik, aman, dan terlindungi.
Alhamdulillah pada pagi hari yang cerah ini, Jumat 04 September 2026, kita dapat berkumpul di Aula Kantor Camat Banda Sakti dalam rangka "Pertemuan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor" yang digagas oleh DP3AP2KB Kota Lhokseumawe.
Sebagaimana kita ketahui bersama, tantangan terbesar kita saat ini adalah melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Data menunjukkan bahwa kasus Kekerasan Terhadap Anak masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama.
Untuk itu melalui tema "GERAK BERSAMA LINTAS SEKTOR, CEGAH PERKAWINAN DINI, STOP KENAKALAN REMAJA DAN BANGUN MASA DEPAN", kita berkomitmen untuk bergerak bersama Forkopincam, Keuchik, Sekolah, Tokoh Agama dan seluruh elemen masyarakat.
Mari kita jadikan pertemuan ini bukan hanya pertemuan seremonial, tetapi awal dari aksi nyata kita bersama untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Lhokseumawe.
