Lhokseumawe, 28 April 2026
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Lhokseumawe berkolaborasi bersama Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak sebagai upaya perlindungan dari ancaman kekerasan pasca bencana, baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah tangga.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2025 di TK Raja Lanyang dan PAUD Al-Arsya di Gampong Ujong Pacu Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, serta Sekolah Rakyat 33 Jeuleukat Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe.
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 27 April 2026 di SD Negeri 10 Kec. Muara Dua Kota Lhokseumawe dan SD Negeri 3 Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan trauma healing ini adalah untuk membantu pemulihan kondisi psikologis anak pasca bencana, memberikan rasa aman dan nyaman, serta mencegah potensi terjadinya kekerasan terhadap anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keberanian anak dalam mengekspresikan diri serta memberikan pemahaman dasar mengenai perlindungan diri dari berbagai bentuk kekerasan.
Tujuan pelaksanaan kegiatan trauma healing pasca bencana ini adalah membantu para korban khususnya anak-anak pulih secara psikologis setelah mengalami peristiwa yang mengguncang. Secara lebih rinci, tujuannya meliputi:
- Mengurangi dampak trauma psikologis
Membantu korban mengatasi rasa takut, cemas, sedih, atau stres yang muncul akibat bencana. - Memulihkan kondisi emosional
Membantu individu kembali merasa aman, tenang, dan stabil secara emosional. - Mencegah gangguan mental jangka panjang
Seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), depresi, atau kecemasan berkepanjangan. - Meningkatkan kemampuan coping (daya tahan mental)
Mengajarkan cara menghadapi stres dan beradaptasi dengan kondisi baru setelah bencana. - Membantu anak-anak kembali ke aktivitas normal
Misalnya melalui bermain, belajar, dan interaksi sosial agar perkembangan mereka tidak terganggu. - Memperkuat dukungan sosial
Mendorong kebersamaan, saling berbagi cerita, dan dukungan antar korban maupun dengan relawan. - Memulihkan rasa percaya diri dan harapan hidup
Agar korban mampu bangkit dan menjalani kehidupan secara produktif kembali.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat kembali ceria, merasa lebih terlindungi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan secara positif......mr
